Menyimpan Tetes Air Hujan

Oleh: Rissa Pusparini

menikmati saat hujan turun

Air hujan merupakan suatu kemurahan Tuhan yang diberikan kepada makhluk hidup yang terdapat di Bumi.  Sayangnya kita terkadang lupa, bahwa air hujan bukan saja sebagai air yang dibuang, disia-siakan dan dibiarkan masuk ke dalam got-got, sungai, dan danau bahkan hanya sebagai genangan air yang tidak berguna tetapi jauh sangat bermanfaat untuk hal-hal kecil yang tidak terpikir oleh kita.

Pada kehidupan urban atau perkotaan cenderung lahan-lahan resapan air sangat sedikit sekali ditemukan, karena  lahan tersebut sudah

ditempati dan berubah menjadi ladang perkantoran, mall, gedung-gedung serta perumahan yang rapat. Gedung perkantoran, mall dan areal perumahan telah mengganti lahan resapan air dengan membuat got-got sehingga air hujan dapat mengalir dan terbuang begitu saja.  Sedangkan kurangnya kepedulian masyarakat kota menambah memperburuk kualitas air. Hal yang serupa kini mulai dapat kita temui di pedesaan atau semi perkotaan  yang merupakan daerah tarnsisi.

Krisis air pada musim kemarau ataukah pada musim hujan terjadi banjir sering kita dengar dari berita di televisi maupun di media surat kabar. Peristiwa ini terjadi karena air hujan yang turun ke bumi tidak benar-benar kita manfaatkan dengan baik. Lain halnya jika kita dapat memanfaatkan hujan dan mensiasati kehidupan kita di perkotaan dengan membuat tempat penampungan air hujan yang ditanam di dalam tanah sekaligus  membuat sistem penyaringan yang baik sehingga air dapat digunakan.

menampung air hujan

Terkadang kita tidak menyukai air hujan karena membuat becek jalan, membasahi baju, banjir dan banyak hal lain yang kita rasakan sangat merepotkan bila di musim hujan tiba. Tetapi kini kita bisa membuat musim hujan atau saat hujan turun merupakan peristiwa yang menyenangkan. Ide-ide yang menarik muncul ketika di Jepang tepatnya di Kota Sumida selalu terlihat ember-ember penampung air hujan di sudut rumah. Air tersebut digunakan untuk menyiram tanaman, menyiram wc, mencuci kendaraan dll (Kelompok Raindrops). Bahkan mereka membuat hal yang lebih menarik lagi dengan membuat penampungan air hujan di taman bermain anak, dengan tangki air yang menyimpan air untuk menyiram wc umum, digunakan untuk bermain anak dll. Di mall mereka memanfaatkannya sebagai pengganti AC, di halaman rumah air dapat ditampung dari atap dan membuat kincir-kincir beraneka warna sehingga ketika tetesan air hujan menjatuhi bagian dari kincir, maka kincir akan berputar bagus sekali.

Sekarang jika kita masih menyepelekan air karena kita masih mempunyai cadangan air PAM yang melimpah tetapi sekarang kita ubah cara berpikir kita. Sekarang kita masih menggunakan air PAM atau air yang dapat kita konsumsi untuk minum sekaligus menggunakannya untuk kegiatan kita yang lain seperti, mencuci, menyiram tanaman, menyiram wc, atau hal-hal lain yang berhubungan dengan penggunaan air. Sebenarnya,  jika kita mau  menampung air hujan, penggunaan air PAM untuk berbagai kebutuhan tersebut dapat dikurangi. Kita dapat menghemat air bersih dan mengurangi pembayaran air. Selain itu jika setiap rumah, gedung, toko-toko atau bangunan-bangunan menampung air hujan dan menyimpannya, maka yang terpenting kebanjiran pun akan berkurang dan krisis air bisa teratasi.

Sungguh pemikiran cerdas yang akan memberikan perubahan. masyarakat   akan jauh merasakan lebih murah dan ekonomis serta bermanfaat sampai waktu yang lama bagi kehidupan.  Jika dibandingkan kalau kita masih sering membuang air hujan, dan tidak memanfaatkannya, maka banjir tidak pernah terlepas dari kita, krisis air akan kita hadapi pada masa mendatang karena kurangnya air yang meresap ke dalam tanah. Hal ini juga jauh lebih ekonomis dibandingkan  dengan  pemerintah  hanya membuat dam atau bendungan raksasa, selain mahal dari segi biaya, juga memerlukan anggaran  pemeliharaan yang besar dan rutin.

Ayo mulai sekarang jangan lagi membuang air hujan !!

Advertisement